Kamis, 17 Maret 2016

KETIKA CINTA UNTUK DIMANFAATKAN

Reza adalah seorang pemuda desa biasa yang sehari-harinya hanyalah bekerja sebagai tukang panen di desanya. Namun, ia memiliki sifat yang baik hati dan terkenal ramah di desanya.

Pada suatu hari ia menemani temannya pergi kedesa sebelah untuk menjenguk teman dari temannya itu yang sedang sakit. Sewaktu ia sedang menjenguk teman dari temannya itu ternyata banyak orang dirumah tersebut, ada pemuda-pemuda desa tersebut yang datang menjenguk juga. Sewaktu ketika, Reza di suruh mengambilkan obat yang baru diambil dari dokter di lemari TV di ruang tamu. Sewaktu mencari obat tersebut ia memberanikan diri pada seorang gadis yang sedang menonton TV di situ.

Reza : maaf mbak, mau ngambil obatnya mas itu yang sakit, mbak tahu?
Si gadis : oh itu mas di dalam laci, tadi saya yang mengambil obatnya dari dokter.
Reza : oh iya saya ambil ya mbak.

Sesudah iya mengambil obat itu, lantas ia memberikan kepada orang yang dikamar yang sedang menjenguk teman dari temannya yang sakit itu.

Lalu, ia pergi keluar sebentar untuk menilmati asap rokok yang sudah ia tahan sejak tadi. Dan tiba-tiba.,, sigadis itu keluar dengan membawa minuman.

Si gadis : maaf mas, ini di minum dulu, adanya cuma ini.
Reza.  : eh, gak usah repot-repot, aduh pake dibuatin minum lagi.
Si gadis : ehmm, gak papa lagi mas. Mas temannya mas saya ya?
Reza.  : gak, saya temannya dari teman mas kamu, oh ya kamu adiknya ya?
Si gadis : iya mas, oh pantes gak pernah tahu kalau mas main kesini. Soalnya mas aku tuh suka bawa temannya kesini. Jadi, aku tahu dan hapal mukanya semua. Heheh
Reza.  : oh ya kenalan dulu, ntar kalau ketemu lagi kan bisa nyapa kita. Saya Reza.
Si gadis : Reni mas .
Reza : oh Reni, hampir mirip namanya. Smaa sama pakai huruf R awalnya.

Dari pertemuan yang sederhana itu, akhirnya mereka jadi sering-sering ketemu, kadang mereka juga bertemu di pasar, atau Reza yang sengaja datang menemuinya di rumahnya. Sampai pada akhirnya..

Reza : dek, kita kan udah kenal lama, udah sering jalan bareng, kemana-mana ya bareng, jadinya mas merasa nyaman aja dan seneng kalau seperti ini terus.
Reni : maksud mas gimana?
Reza : ehmm ya selama ni kan mas juga memperhatikan dek reni, sepertinya dek reni juga belum punya pasangan, jadi mas mau ngajakin kita serius gitu, ya pacaran dulu. Kalau dek reni mau.
Reni: emm , sebetulnya adek mau sih mas, tapi dek dah punya pacar, cuma dia udah pergi ke kota, merantau kesana. Dia teman adek waktu sekolah dulu. Ya, selama 6 bulan ini adek jarang komunikasi sama dia.
Reza  : oh ya udah, maaf, mas gak tahu apa-apa selama ini.
Reni  : tapi ya mas, dek pikir dia juga pasti disana udah senang, masa selama setahun ini dia gak da pulang, terus selama 6 bulan ini juga gak ada komunikasi. Ya terserah mas, kalau percaya ma adek ya kita pacarana mas. Adek juga mau mutusin dia, karena gak ada kepastian.
Reza : ya udah dek kita pacaran, tapi putuskan ya pacar adek tu. Pastiin dulu hubungan kalian.

Akhirnya mereka berpacaran, selama 6 bulan pulahlah ternyata Reni menyimpan api semenjak pertemuan dia dengan Reza. Dan Reza pun tidak pernah tahu apa yang terjadi selama ini. Bukti bukti kalau Reni masih pacaran dengan pacarnya yang di kota pun tidak pernah ia temui, baik dari telpon, sms ataupun lainnya. Dia tak tahu bahwa Reni menyimpan itu dengan rapi. Menghapus semua bukti sebelum merek bertemu. Hingga pada akhirnya, sewaktu lebaran pas Reza berkunjung ke rumah Reni tebongkarlah semua kebusukan Reni selama ini. Ternyata pacar Reni yang di kota itu datang dan sedang duduk di teras rumah Reni. Tempat duduk sewaktu Reza dan Reni pertmaa kali ngobrol dan kenalan waktu itu.

Reza  : maaf mas, ada Reni?
Pacar Reni.  : ada, mas temannya ya?
Reza.  : bukan , saya pacarnya, mas saudaranya ya?
Pacar Reni.  : kurang ajar, kamu selingkuh sama dia? Saya pacarnya.
Reza.   : maaf mas, saya gak tahu selama ini, kamu pacarnya yang di kota ya?
Pacar Reni. : iyaa ( dengan nada tingga)

Reni yang mendengar ada suara ribut di luar langsung buru buru keluar melihat apa yang terjadi, dan astaga, mata nya terbelalak, ia tak menyangka Reza datang juga pas pacarnya di sini, kenapa ia tak mengabari dahulu, kan dia bisa beralasan sedang pergi bersama keluarganya. Ya ampun. Ia buru-buru menarik keduanya kesamping rumah. Tampak malu dan merah muka wajah Reni.

Reni : maaf yank, ini mas Reza teman mas aku
Reza : apa? Kamu bilang aku teman mas mu? Kau yang bilang kita pacran dan kau bilang juga udah mutusin pacar mu. Tapi apa ? Ini buktinya.
Pacar reni : maaf ya, saya gak tahu siapa yang benar. Ini gimna?
Reza.  : gini mas, saya dan dia kenalan sekitar 7 bulan yang lalu, terus kami jadian 6 bulan yang lalu. Saya gak tahu kalau kalian maish berhubungan. Tapi dia bilang kalau kalian udah selesai. Ya udah saya lanjut. Dan dia ternyat selama ini membohongi saya. Saya berani bersumpah ini benar mas.
Pacar Reni : oh gini, kamu udah bilang selesai semua sama dia. Ok kita selesai. Ini yang kamu inginkan. ( sambil pergi meninggalkan Reni dan Reza )

Reni : yank, maafin aku yank. Aku bisa jelasin ( sambil mengejar pacarnya tersebut).

Tinggalah Reza sendirian dan ia berjalan tertunduk sedih. Ia seperti sedang pulang dari perang denga pedang tertancap pas di jantungnya. Pedih dan sakit rasanya. Lalu, ia bergegas pergi meninggalkan rumah Reni. Ia pulang kerumah ya dan langsung mengurung diri dikamar seharian. Ia sedih, terpukul dan dikhianati, di tipu dan selama ini hanya di peralat untuk menemani dan mengisi hari hari Reni yang kosong selama pacarnya di kota. Ah. Sungguh sakit memang. Tapi ia harus tegar dan kuat. Karena Tuhan telah menunjukkan dia saat ini. Jadi dia sudha tahu dari awal semua keburukan pacar yang sempat ia cintai itu. Sekarang ia fokus untuk melupakan segalanya. Ia bentangkan sajadah merah dan bersujud memohon ampun kepada Allah. Dalam doanya ia meminta untuk diberikan hati yang kuat dan mendoakan Reni untuk segera sadar dari perbuatannya. Karena ia ingin cukup dia sebagai korban Reni, tak ingin lelaki lainnya seperti dia. Cukuplah ini jadi pelajaran baginya. Pelajaran pertmaa dan terakhir di hidupnya. Selamat tinggal Reni, selamat tinggal masalalu pahit ku. Ujarnya dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar