Rudi adalah seorang Pemuda tampan dan mapan dari segi perekonomian. Di usianya yang relatif muda, ia sudah di percaya memegang 3 perusahan besar yang bergerak di bidang garmen. Tapi, patut di sadari, di balik kesuksesannya yang ia capai saat ini, terselip satu nama yang sangat berjasa sekali, yaitu Yani, ibunda Rudi sendiri.
semua berawal dari sini.,!
Setelah lulus sekolah menengah atas di kampung halamannya desa karangasem, kecamatan bulu, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rudi yang kala itu ingin melanjutkan Studinya di jenjang kuliah, ingin pamit kepada ibunya, karena tujuan kuliahnya cukup jauh, yakni di Jogja. Ia berkeinginan kuliah di sana karena memang Jogjalah jadi referensi pelajar di negeri ini untuk melanjutlan kuliah, Jogja terkenal dengan kota pelajarnya. Dan akhirnya ia berpamitan, maminta doa restu berharap di doakan menjadi orang sukses, sukses kuliah dan kerjanya nanti.
" Mak, aku pamit ya, Izin mau ke Jogja untuk kuliah " ucapnya perlahan sembari menggenggam tangan ibunya.
" iya le, emak izinin, jangan lali sama mak'e, sama pak,e semua nya. Inget pulang kalau ada waktu libur."
" iya mak" ucapnya sembari menahan sedih karena harus baerpisah dengan ibunya.
" mak doain kamu cepet sukses, ndang jadi wong yo? Biar bisa sekolahin adik-adiknya. Tu Budi mau jadi dokter katanya. Sementara Bapak mu udah gak kuat lagi mau ke sawah" sambung ibunya.
" iya mak, Rudi janji kalau nanti jadi orang, Rudi mau bantu adik buat sekolah, Rudi juga janji mau sungkem sama mamak, nyuciin kaki mamak abis tu Rudi minum air cuciannya. bukti Rudi masihlah anak emak yg masih butuh bimbingan emak, sekaligus basuh kaki mak yg udah perjuangin hidup Rudi selama ini. Mak, Rudi pamit ya?"
Terasa haru suasana kala itu, perpisahan antara anak dan ibunya, yang pergi ke kota yang sangat jauh dari tempat tinggalnya. Terharu juga oleh janji anatara kedua insan yang teikat darah dan daging.ibu dan anaknya.
Kehidupan memnag begitu singkat, Rudi bejuang keras keras dengan kuliahnya, sembari kerja kesana kemari. Semua pekerjaan di coba dan di jalaninya, mulai dari marketing, pelayan toko, waitres dan lain lain. Studinya pun berjalan sesusai harapan. Ia lulus tepat dengan waktu yang di tentukan, dengan perolehan IPK 3,50. Cukup tinggi untuk ukuran prang seperti Rudi yang kuliah sembari berkerja. Setelah lulus kuliah ia merantau ke Jakarta. Mencoba melamar di beberapa perusahaan besar. Berdasarkan nilai akademisnya dan kecakapannya dalam beberpaa bidang ia mudah di terima. Pengalamannya yang mahal ketika ia kerja sambil kuliah terbayar sudah dengan menduduki jabatan penting di perusahaan tersebut. Hanya butuh waktu sebentar bagi Rudi untuk berkarir di dunia kerjanya. Banyak perusahaan besar menawarkan kontrak dan kesempatan menjadi karyawan di perusahaannya. Ia ibarat penyihir yang bisa menyulap perusahaan menjadi lebih terkenal dan dipercaya. Tapi, ia baru mendapatkan kabar dari kampung bahwa ibunya meninggal karena penyakit asam lambung yang dideritanya. Keesokan harinya ia membatalkan seluruh pertemuannya dan segala agenda nya untuk bertolak ke kampung halamnnya di desa karangasem. Kali ini ia membawa Mobil barunya, Mobil leluaran terbaru dengan harga yang cukup mahal. Tapi sayang ketika ia sampai di desanya. Ibunya sudah dikebumikan, dan tinggalah orang di desanya yang sedang takziah di rumahnya. Rudi segera menemui Budi adiknya dan bertanya perihal kehidupan ibunya sebelum meninggal. Tapi iya terkejut setelah mendengarkan cerita dari adiknya tersebut.
Ternyata ibunya selama ini merindukan Rudi untuk pulang kerumah itu, karena semenjak ia lulus kuliah. Ia tak pernah pulang, karena rasa rindu itu pula sampai-sampai ibunya lupa makan dan bahkan terkesan enggan. Sudah beberapa kali Budi ingin menghubung abangya itu tapi selalu di larang oleh ibunya. "Jangan ganggu mas mu, biarkan dia kerja, nanti dia bisa di marahin bosnya". Tapi malang karena itu pula ibunya terserang penyakit asam lambung. Malang sekali dan sedih sekali. Apalah artu kesuksesan yang ia capai jika saat terakhir ibunya saja ia tak bisa menyaksikan. Memohon maaf dan setidaknya bisa merawatnya di hari tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar